Sssst!! JANGAN LAKUKAN INI SAAT DI GUNUNG!

280
Gunung merupakan destinasi liburan favorit saat ini, khususnya bagi anak muda. Tetapi, terkadang masih saja mereka yang mengaku "pecinta alam" melakukan aksi yang dilarang saat di gunung. (gapyeartravelstore.com)

Mendaki gunung

Lewati lembah

Sungai mengalir indah

Ke samudra

Bersama teman, bertualang

Hijaudaun.net – Ayo siapa yang ingat penggalan lirik lagu diatas? Yap, lagu dari kartun Ninja Hatori ini bisa menjadi sebuah gambaran saat mendaki bersama.

Saat ini, mendaki sebuah gunung telah menjadi sebuah trend yang berkembang, banyak dari kaum muda maupun tua ingin menikmati indahnya sunrise dipuncak gunung. Ada banyak kisah yang dihasilkan dari sebuah pendakian, lelah, rasa pegal, hingga emosi. Namun semua rasa itu akan hilang saat melihat betapa indahnya alam pegunungan yang telah dilalui, betapa indah luar biasa alam pengunungan Indonesia.

Sayangnya masih banyak sebagian dari pendaki menjadikan sebuah ajang pamer dan eksis di sosial media, sering mengindahkan peraturan yang ada dalam sebuah pendakian hanya untuk menjaga sebuah eksistensi di sosial media bahwa betapa kerennya pernah mendaki gunung. Semoga saja kamu bukan dari bagian para pendaki seperti itu ya.

Berikut adalah beberapa hal yang tidak boleh kamu lakukan saat melakukan pendakian.

 

(pbs.twimg.com)
  1. JANGAN MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN

Jangan pernah mengaku bahwa kamu seorang pecinta alam, sedangkan kamu masih melakukan buang sampah sembarangan.

Seorang pencinta alam tak akan membuang sampah sembarangan, sayangnya hal tersebut masih banyak dilakukan oleh beberapa pendaki nakal. Mungkin kamu akan menjumpai beberapa foto di sosial media tentang seseorang membawa kertas bertuliskan seperti “dapat salam dari Mahameru 3676 mdpl” banyak sekali foto seperti itu beredar di sosial media.

Terkadang mereka lupa untuk membawa kembali kertas tersebut dan malah membuangnya sembarangan, tentu saja hal tersebut dapat merusak lingkungan sekitar, selain itu juga akan merusak pemandangan yang ada.

Jadi jangan kotori lingkungan gunung dengan tidak membuang sampah sembarangan. Bawa semua sampahmu kembali, usahakan saat turun gunung kamu membawa beberapa kantong sampah, siapa tahu kamu dapat membatu menjaga kebersihan gunung dengan mengambil sampah yang kamu temui saat turun gunung. Jadi kamu mau menjadi pendaki yang cinta alam atau merusak alam ?

 

(nakwd.blogspot.co.id)
  1. JANGAN PERNAH MELAKUKAN AKSI VANDAL

Kamu tidak perlu membuktikan pada siapapun bahwa kamu pernah mendaki sebuah gunung. Karena mendaki gunung adalah sebuah perjalanan hati yang tak akan terlupakan dalam hidupmu.

Namun terkadang hal ini tidak dipahami oleh beberapa pendaki yang membutuhkan sebuah eksistensi dari keberadaan mereka. Sering kali saat mendaki gunung akan dijumpai beberapa batu yang bercoretkan sebuah tulisan seperti nama mereka atau sebuah komunitas tertentu. Walau terlihat sepele, hal seperti ini dapat memicu beberapa pendaki untuk melakukan hal yang sama, dan akhirnya semakin banyak dan akan merusak kondisi alami gunung tersebut.

 

(pixabay.com)
  1. DILARANG MENGAMBIL APAPUN SELAIN GAMBAR

Saat mendaki gunung kamu tidak boleh mengambil apapun selain foto, terkadang dibeberapa gunung terdapat beberapa tanaman endemik seperti bungan edelweis. Bunga edelweis sendiri tidak tumbuh di semua gunung di Indonesia, hanya tumbuh dibeberapa gunung saja yang kondisi alamnya cocok, menjadikan tanaman edelwis ini menjadi tanaman yang dilindungi dan dilarang untuk dipetik.

Namun terkadang masih saja banyak pendaki yang nekat melakukan pemetikan liar terhadap tanaman yang satu ini, padahal jika kamu sampai ketahuan memetik tanaman tersebut, kamu akan disuruh naik kembali untuk menaruh kembali tanaman tersebut keasalnya. Nah buat kamu yang berfikiran untuk mengambil tanaman ini, lebih baik kamu pikir ulang, jangan sampai ketika kamu sudah turun gunung, terus kamu disuruh untuk naik kembali. Jadilah pendaki yang bijaksana dan cerdas

 

(http://2.bp.blogspot.com)
  1. JANGAN MEMBUAT API UNGGUN

Dalam melakukan pendakian sebaiknya kamu tidak membuat api unggun. Banyak yang berdalih membuat api unggun untuk menghangatkan badan, padahal untuk menghangatkan badan dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti membuat minuman hangat menggungan kompor.

Namun terkadang masih banyak pendaki nakal yang membuat api unggun, padahal hal ini sangat berbahaya, melihat kondisi gunung yang banyak di tumbuhi oleh pepohonan, terlebih lagi jika dimusim kemarau hal kecil seperti rumput kering sangat mudah sekali terbakar. Banyak kasus kebakaran hutan akibat ulah para pendaki yang membuang puntung rokok sembarangan, bayangkan saja sebuah puntung rokok dapat membakar luas daerah pegunungan, apa lagi api unggun yang besar? Kebijaksanaanmu akan menyelamatkan nyawamu

 

(i.pinimg.com)
  1. JANGAN MENINGGALKAN TEMAN TERLALU JAUH

Terkadang saat mendaki kita lupa akan lelah, haus, letih, saat menemukan sebuah kesenangan tersendiri, bahkan temanpun bisa dilupakan saat mendaki. Walaupun tujuan mendaki adalah sebuah puncak, bukan berarti kamu harus meninggalkan teman, temanmu lebih berarti dari sebuah puncak gunung.

Saat melakukan pendakian, setiap orang memiliki kondisi fisik yang berbeda-beda, sebaiknya bagi kamu yang memiliki kondisi prima, jangan terlalu bersemangat terlebih meninggalkan temanmu jauh dibelakang, sebaiknya jaga jarakmu dan temanmu, terlebih jika temanmu baru pertama kali mendaki gunung.