Agrowisata Kopi di Bali

245
Edukasi kebun kopi kepada kelompok tani Harapan Maju dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan. (Vivi Anita/Hijau Daun NET)

Hijaudaun.net – Komplek agrowisata Giri Alam terletak di kawasan gunung Batur, dusun Petung, desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Kopi dikawasan ini ditanam secara organik dan menganut sistem manajemen pertanian berintegrasi antara tanaman kopi dan ternak.

Agrowisata Giri Alam menerapkan konsep 4 E, yaitu Ekologi, Edukasi, Estetika dan Ekonomi.  Konsep ekologi menitik beratkan pada lingkungan dan keseimbangan alam. Berdasarkan prinsip tersebut, petani menerapkan pertanian organik dengan tidak menggunakan bahan kimia.

Penerapan pertanian berintegrasi antara ternak dan tanaman ini tergolong sukses. Kotoran ternak dan urine sapi diolah dan dimanfaatkan sebagai pupuk organik.  Pola tanam kopi di agrowisata Giri Alam juga sedikit berbeda dengan kebun kopi pada umumnya. Tanaman kopi ditanam berseling dengan tanaman jeruk. Hal ini yang membuat rasa dari kopi ini berbeda dengan kopi pada umumnya.

Edukasi kebun kopi kepada kelompok tani Harapan Maju dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan. Pengunjung agrowisata dapat belajar dan praktik mengelola kebun kopi secara organik. Pengunjung pun diajak langsung menanam dan memproses biji kopi menjadi kopi bubuk siap saji.

Estetika Agrowisata Giri Alam di tata sedemikian rupa sehingga mempunyai daya tarik tersendiri. Selain belajar tentang bertanam kopi, pengunjung juga bisa memetik kopi yang siap panen. Hal menarik lain yang bisa yakni melihat pembuatan kopi luwak secara langsung.

Pada konsep ekonomi, ada sederet proses yang sudah dilakukan agar menambah nilai ekonomis. Petani yang ikut mengelolah agrowisata ini merupakan anggota gapoktan Harapan Maju. Para petani ini mendapatkan ilmu sekaligus menerima keuntungan secara finansial. Benefit didapat dari hasil penjualan kopi dan kunjungan wisatawan ke agrowisata. (cung)