MENGENAL LEBIH DEKAT KADAR KEASAMAN KOPI

18
Photo: www.fivesenses.com.au

Beberapa tahun terakhir ini, kopi menjadi salah satu minuman yang paling digemari oleh masyarakat. Tak heran jika berbagai jenis produk minuman berbahan dasar kopi mulai bermunculan. Harganya pun terjangkau, mulai dari harga Rp 15.000, semua bisa merasakan minuman kopi beraneka rasa. Tetapi tahu kah kalian bagaimana rasa kopi yang asli itu berasal? Atau bagaimana rasa kopi yang sesungguhnya?

Warga kopi 0361, begitu mereka menyebutnya. Sebuah wadah bagi para pencinta kopi yang ingin saling berbagi dan belajar hal apapun tentang kopi. “Talk About Acidity Coffee” menjadi acara perdana mereka yang digelar Minggu, 31 Maret 2019 di MISSIBU Bali – Tamora Gallery, Jl. Pantai Berawa No.99, Badung, Bali. Acara tersebut menghadirkan Stephani Christiani dan Michail Seno sebagai narasumber yang sudah ahli dalam bidang penilaian kopi.

Stephani menjelaskan bahwa didalam penilaian barista, kadar keasaman memiliki peran penting dalam sebuah peniliaian. Penilaian tersebut mengevaluasi dari segi flavor, aroma, acidity, aftertaste, body, overall, dan balance. Didalam sebuah penilaian, acidity biasanya nilainya akan lebih tinggi daripada flavor. Hal tersebut dikarenakan acidity membuat kopi tersebut menjadi hidup dan membantu rasa sweetness pada kopi.

Photo : The Homemakers Journal

“Jika acidity bertemu dengan sweatnes maka nilainya akan sedikit lebih tinggi lagi. Tapi nantinya kita akan bertemu dengan acidity yang “boring”. Ada beberapa aspek bisa dikatakan “boring”, yakni dari segi kualitas dan intensitas acidity. Dari situ kita bisa tahu apakah acidity tersebut akan membawa kopi bisa untuk dinikmati atau tidak. Untuk penilaian biasanya dilihat dari sweatnes, bitterness, dan acidity. Terlihat dari ketiga ini mana yg bisa seimbang atau tidak saling “berantem” dalam 1 cup,” terang Stephani.

Rifka salah satu juri penilaian menambahkan bahwa, jika acidity yang “boring” memiliki 2 jenis yakni sarp dan bright. Rasa yang membosankan adalah Sarp karena memang terlalu asam.

“Terlalu over terhadap sweetness dan aroma.itu yang membuat menjadi “boring”. Ada yg juga nanti salah presepsi karena biasanya bingung membedakan acidity dengan sower. Hampir sama tetapi berbeda. Namun saat penilaian akan terlihat perbedaannya,” jelasnya.