FENOMENA LANGKA SUPER BLUE BLOOD MOON DI INDONESIA

413
Sumber: thesun.co.uk

Gerhana bulan total menjadi salah satu fenomena langka yang tidak boleh kamu lewatkan. Gerhana bulan total ini akan terjadi pada 31 Januari 2018. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi gerhana ini terlihat di Indonesia berlangsung selama enam jam, mulai pukul 17.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB.

Proses gerhana ini akan dapat diamati dari Indonesia secara jelas. Menurut Badan Antariksa AS (NASA), fenomena yang dinamai sebagai ‘Super Blue Blood Moon’ itu disebut langka lantaran gerhana bulan total terjadi bertepatan dengan fenomena ‘supermoon’ dan ‘blue moon’.

Supermoon’ atau dikenal dengan bulan super, merupakan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan bumi. Jika ‘supermoon’ terjadi, bulan hanya akan terpaut jarak 358.994 kilometer dari bumi, lebih dekat dari jarak rata-ratanya, yaitu 384.400 kilometer.

Sumber: msnbc.com
GLASTONBURY, UNITED KINGDOM – SEPTEMBER 27: The supermoon rises behind Glastonbury Tor on September 27, 2015 in Glastonbury, England. Tonight’s supermoon, so called because it is the closet full moon to the Earth this year, is particularly rare as it coincides with a lunar eclipse, a combination that has not happened since 1982 and won’t happen again until 2033. (Photo by Matt Cardy/Getty Images) *** BESTPIX ***

Sedangkan, ‘blue moon’ adalah istilah yang digunakan untuk menandakan bulan purnama (full moon) kedua dalam sebulan ini. Jadi, ‘Super Blue Blood Moon’ pada intinya adalah gerhana bulan total yang terjadi saat bulan dalam posisi paling dekat dengan bumi dan muncul secara penuh (purnama).

Super Blue Blood Moon’ merupakan sebuah fenomena yang belum pernah terjadi sejak 150 tahun lalu.   Saat bulan terbit dan berada pada fase purnama sekitar pukul 20.30 WIB, 31 Januari 2018, gerhana bulan total akan berada pada fase puncak.

Peristiwa tersebut akan berlangsung kurang lebih 77 menit, di mana masyarakat di seluruh wilayah Indonesia akan melihat bulan berubah warna menjadi merah.

Tidak seperti gerhana Matahari yang hanya bisa diamati di daerah yang sangat terbatas, gerhana Bulan ini bisa diamati dari sebagian besar permukaan Bumi, yaitu dari daerah Amerika Utara, Samudera Pasifik, Siberia Timur dan Asia. Namun, gerhana ini tidak akan terlihat dari sebagian besar Amerika Selatan dan Afrika.
Proses gerhana Bulan ini terbagi menjadi beberapa tahap, yaitu tahap gerhana parsial, gerhana total, dan gerhana parsial. Proses gerhana berlangsung sekitar empat jam. Untuk para pengamat di daerah Indonesia waktu Indonesia bagian barat tahap-tahap gerhana Bulan ini bisa dilihat seperti berikut.
  • Awal gerhana parsial terjadi pada 18:48 WIB

  • Awal gerhana total terjadi pada 19:52 WIB

  • Puncak gerhana terjadi pada 20:30 WIB

  • Akhir totalitas terjadi pada 21:08 WIB

  • Akhir gerhana terjadi pada parsial 22:11 WIB.