SELAMATKAN KIDS ZAMAN NOW DARI MICIN

236
sumber: deliciousliving.com

 

Ungkapan “Generasi Micin” seolah menandai bahwa anak-anak zaman sekarang punya semangat dan gaya hidup yang berbeda. Tentunya berbeda dengan anak-anak di era 90’an. Padahal micin atau yang biasa dikenal dengan vetsin. Dalam bahasa kimia disebut Monosodium Glutamat (MSG), terdiri atas garam sodium dari asam glutamat.

 

Glutamat sebenarnya adalah asam amino alami yang ditemukan pada hampir semua makanan, terutama makanan dengan protein tinggi seperti produk susu, daging dan ikan, dan di banyak sayuran seperti tomat, kacang kedelai, dan rumput laut.

 

Dalam website eufic.org  menyebut dahulu kala, MSG diekstraksi dari makanan tinggi protein alami seperti rumput laut. Sedangkan, saat ini, MSG terbuat dari proses fermentasi industri. MSG sebenarnya tidak memiliki rasa sendiri, tetapi meningkatkan rasa lain dan memberikan rasa gurih. Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa glutamat berfungsi sebagai menambah rasa kelima yang disebut “umami” atau gurih, disamping adanya rasa manis, asin, pahit, dan asam.

 

Penggunaan monosodium glutamat sebagai penyedap rasa masih menimbulkan kontroversi. Food and Drug Administration (FDA) telah mengklasifikasikan MSG sebagai bahan makanan yang “secara umum bersifat aman,”. Namun, banyak orang mengaku memiliki reaksi buruk ketika mereka memakan makanan yang dibumbui dengan MSG.

 

Selama empat dekade terakhir banyak penelitian telah dilakukan untuk menguji gagasan bahwa beberapa orang mungkin sensitif terhadap MSG. Namun, saat ini kebanyakan ilmuwan berpendapat bahwa jika terdapat reaksi seperti itu, sangatlah jarang hal itu sebagai akibat dari sensitivitas atau alergi terhadap MSG.

 

Penelitian menemukan bahwa orang lebih cenderung memiliki gejala jika mereka mengkonsumsi kristal MSG dibandingkan jika mereka makan dalam jumlah yang sama, dimana MSG bercampur dengan makanan. So, jangan berfikir untuk memakan MSG mentah-mentah ya Greeners

Bagi orang yang menderita alergi MSG memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Flushing
  • Sakit kepala
  • Berkeringat
  • Wajah terasa tertekan dan sesak
  • Mati rasa, kesemutan atau terbakar di daerah wajah, leher dan daerah lain
  • Jantung berdebar-debar
  • Nyeri dada
  • Mual
  • Kelemahan

Selain itu, dilaporkan pula bahwa MSG sering dikaitkan dengan masalah berat badan. Sebuah studi dilakukan pada lebih dari 750 pria dan wanita di Tiongkok yang berusia 40-59 tahun. Studi tersebut dilakukan untuk menentukan apakah terdapat hubungan sebab akibat antara makanan yang kaya MSG dan obesitas.

Studi ini menemukan bahwa sepertiga dari mereka yang menggunakan MSG hampir tiga kali lebih berisiko mengalami kelebihan berat badan daripada mereka yang tidak menggunakan MSG.

Lalu, bagaimana mengatasi reaksi yang timbul akibat mengkonsumsi MSG? Pengobatan terhadap reaksi akibat menggunakan MSG tergantung pada gejalanya. Namun, sebagian besar adalah kasus ringan dan tidak memerlukan pengobatan maupun menimbulkan masalah lebih lanjut.

Akan tetapi, jika terdapat gejala yang mengancam nyawa seperti nyeri dada, jantung berdebar-debar, sesak napas, pembengkakan tenggorokan, hal ini memerlukan perhatian medis segera. Gejala-gejala ini mungkin mirip dengan reaksi alergi berat lainnya dan memerlukan penanganan khusus.

Sumber : bembu.com

Pada penelitian lain menyebut bahwa MSG juga berbahaya untuk tekanan darah dan jantung. Makanan yang kebanyakan kandungan micin/MSG itu akan membuat tekanan darah menjadi tidak normal (naik-turun). Mengkonsumsi makanan yang mengandung micin terlalu banyak juga bisa menimbun asam glutamat pada sel otak, sehingga dampak untuk kedepannya bisa mengakibatkan lumpuh permanen.

Makan makanan bermicin dapat merusak fungsi mata. Gejala awalnya biasanya ditandai dengan sakit mata. Setelah itu, penglihatan menjadi kabur sehingga sangat sulit untuk fokus pada penglihatan. Makanan bermicin memang sangat gurih dan tentunya enak sekali, tapi demi menjaga dan mencegah hal buruk terjadi, mulai sekarang kurangilah makan makanan bermicin.

Micin dibuat dengan suhu tinggi dan waktunya juga sangat lama. Menurut penelitian, itu dapat membentuk pirolisis bersifat karsinogenik yakni senyawa berbahaya yang bisa mengundang kanker datang. Jadi kesimpulannya, makan makananan bermicin berlebihan bisa mempercepat senyawa kanker datang pada tubuh.

Jenis zat bernama alanin bisa menghambat penyerapan vitamin B6 oleh tubuh karena terlalu banyak micin pada makanan yang dikonsumsi. Ini menjadi penyebab sering pusing sakit kepala. Selain itu, kamu juga akan merasakan leher kaku. Untuk menyembuhkannya, kamu hanya perlu istirahat yang cukup dan minum putih.

Bahan makanan yang bisa membuat gurih dan enak ini memiliki dampak yang sangat buruk untuk kesehatan jantung. Terlalu banyak makan micin juga bisa membuat jantung berdetak tidak normal. Umumnya ini disertai dengan perasaan cemas. Kondisi jantung yang kekurangan pasokan darah dapat mengakibatkan nyeri dada parah.