SOLUSI ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN,  BERTANAM DI ROOFTOP

746
(pinterest)

Hijaudaun.net – Alih fungsi lahan pertanian semakin banyak terjadi di perkotaan dan second city. Bahkan kini juga merambah ke desa-desa. Perubahan dari sawah menjadi perumahan dan central business district (CBD) atau area sentral bisnis.

Sayangnya, tidak banyak yang peduli dan memahami bahwa alih fungsi ini banyak menimbulkan berkurangnya lahan subur di tanah air. Website gracelinks.org membagikan pengalamannya, mungkin Indonesia bisa mengadopsi inovasi serupa. Seorang pemerhati lingkungan, Gwen Schantz, mengajak beberapa rekannya untuk kembali bertanam.

Karena lahan pertanian yang sudah tidak memungkinkan ada di New York, Gwen memilih atap lantai tujuh sebagai tempat yang tepat. Tujuannya, mengganti ruang perkotaan yang sebelumnya tidak produktif untuk menanam sayuran dimanfaatkan maksimal. Bahkan hasilnya bisa dijual ke anggota masyarakat sekitar. Dari sini, mereka merambah bisnis yang lebih besar.

Gwen bersama rekan-rekannya, membentul Tim Brooklyn Grange. Mereka terdiri atas Gwen, Ben Flanner (dari Miss Street Rooftop Farm fame), Chris Parachini dan Brandon Hoy (pemilik restoran terkenal Bushwick yang terkenal, Roberta’s), dan Anastasia Plakias.

Misi ini telah dilakukan sekitar 2010 lalu, pembangunan pertanian terjadi pada awal Mei, saat cuaca di New York. Tim ini membagikan cara-cara mudah dalam merealisasikan pembangunan pertanian di rooftop rumah ataupun gedung bisnis.

(http://www.cityfarmer.info)

Langkah 1: Membersihkan Atap

Untuk memastikannya bebas dari batu dan puing lainnya yang bisa menusuk bahan-bahan yang akan melapisi tanah subur.

Langkah 2: Siapkan Membran Akar

Setelah membersihkan, atap ditutup dengan  membran akar yang kedap air. Bentuknya seperti lapisan tipis plastik yang serupa dengan bahan konstruksi bangunan.

Langkah 3: Menyiapkan Pengairan

Lapisi bagian bawah dengan plastik tebal semacam terpal yang kuat. Tujuannya agar air tetap tersimpan di dalam tanah.  Bertani di rooftop ini memiliki kapasitas penyimpanan air yang terbatas. Oleh karena itu disarankan untuk mengairi air secara konstan atau dengan memasukkan reservoir air di bawah tanah tipis.

Langkah 4: Membangun Drainase

Setelah meratakan tanah, semprotkan bahan untuk bertanam dengan selang taman  dan mulai membangun cadangan air. Membangun drainase ini dirancang untuk lebih meningkatkan kapasitas penyimpanan air di atap dengan menciptakan lapisan kolam pengumpul kelembaban di bawah tanah.

Langkah 5: Membuat Lapisan Tanah Kedua

Lapisan kedua yakni terdiri atas lapisan tanah yang tipis. Pada lapisan ini lebih banyak air disemprotkan ke permukaan.

Langkah 6 : Memilih Kualitas Tanah Terbaik

Di New York, mereka memilih Rooflite Intensive, campuran tanah yang direkayasa (secara teknis merupakan media tumbuh) yang dikembangkan khusus untuk atap hijau.  Tanah ini mampu menahan kelembaban secara efektif  dan juga mampu menguras air berlebih.

Dari hasil tanam itu, Brooklyn Grange telah menghasilkan banyak sayuran segar. Selain menyediakan produk ke restoran lokal dan masyarakat sekitar.