4 METODE BERCOCOK TANAM DILAHAN SEMPIT

462
goodhousekeeping.com

Hijaudaun.net – Keberadaan ruang terbuka hijau di rumah akan membuat tempat tinggal terlihat asri dan sejuk. Kamu juga bisa merasa lebihnyaman saat sedang bersantai dirumah. Selain nyaman terntunya bisa menjadi hobi baru diawal tahun 2018 untuk merawat tanamanberupa tanaman sayur. Makanan yang disajikan bagi keluarga menjadi lebih sehat.

Namun keterbatasan ruang dan lahan sering kali menjadi penghalang bagi masyarakat di perkotaan saat ini. Bukan hanya wilayah perkotaan, lahanhijau pun sebagian sudah berubah menjadi ruko (rumah dan toko) yang mengakibatkan sempitnya areamenanam.

Kamu tak perlu khawatir, walaupun memiliki lahan yang tidak luas, saat ini sudah banyak diciptakan metode bercocok tanam. Salah satunya dengan memanfaatkan media tanam dilahan terbatas. Apa saja metode bercocok tanam tersebut? Yuk simak 4 metode bercocok tanaman dilahan sempit.

diyncraft.com
  1. Bercocok tanam dengan metode Tabulampot

Metode budidaya tanaman dengan metode tabulampot (tanaman buah dalam pot). Metode ini tentunya sudah tidak asing lagi dan sudah sering digunakan untuk berkebun di rumah.
Media tanam berfungsi sebagai tempat tumbuhnya akar dan untuk menopang postur tanaman. Oleh karena itu, media tanam tabulampot harus bisa menyimpan air dan memasok nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

Tanaman yang dibudidayakan dengan sistem tabulampot harus diletakkan di tempat terbuka dan terkena cahaya matahari. Pada musim kemarau harus dilakukan penyiraman setiap hari, bisa pagi atau sore hari. Sedangkan saat musim hujan, penyiraman hanya dilakukan apabila media tanam terlihat kering.

Dikarenakan media tanam tabulampot memiliki cadangan nutrisi yang terbatas, maka dibutuhkan proses pemupukan. Pemupukan pertama dilakukan satu bulan setelah tanam, selanjutnya dilakukan setiap 3-4 bulan sekali dan disarankan untuk menggunakan pupuk organik.

Jika tidak ingin menggunakan pot, kamu juga bisa menggunakan polybag sebagai wadah tanam. Namun wadah tanam yang satu ini cenderung tidak tahan lama dan mudah sobek.

cloudinary.com
  1. Budidaya tanaman secara Hidroponik

Sesuai dengan namanya yang berasal dari kata “hydro” yang berarti air, hidroponik merupakan metode bercocok tanam tanpa tanah, melainkan menggunakan air sebagai media tanam. Untuk menggantikan nutrisi dari tanah, air yang digunakan dalam budidaya tanaman diberi unsur hara yang berisi unsur-unsur penting yang dibutuhkan oleh tanaman.

Tanaman yang diproduksi dan dikembangkan dengan metode ini biasanya memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan tanaman yang dikembangkan menggunakan tanah, baik dalam hal rasa maupun kandungan gizinya.

Tanaman yang bisa dibudidayakan di media tanam hidroponik adalah jenis tanaman hortikultura yang meliputi tanaman sayur, buah, obat-obatan hingga tanaman hias.

thespruce.com
  1. Bercocok tanam dengan metode Vertikultur

Vertikultur merupakan metode bercocok tanam yang paling tepat bagi kamu yang memiliki pekarangan rumah yang sangat sempit dan terbatas.

Sesuai dengan namanya yang berasal dari kata dasar “vertikal”, budidaya tanaman dengan metode ini memanfaatkan bidang vertikal sebagai tempat becocok tanam yang dilakukan secara bertingkat.

Metode ini sangat cocok untuk diterapkan dalam membudidayakan tanaman yang berumur singkat seperti sayuran. Berbagai macam sayuran seperti sawi, kangkung, seledri,kailan, pakcoy hingga tomat bisa dikembangkan dengan cara vertikultur.

Selain menghemat pengeluaran untuk membeli kebutuhan dapur seperti sayuran, tanaman vertikultur juga dapat menghijaukan dan menambah keindahan pekarangan rumah kamu yang sempit.

Vertikultur sendiri memiliki banyak model, mulai dari vertikultur gantung, tempel, tegak, hingga rak. Untuk memperoleh bahan-bahan yang dibutuhkan untuk bercocok tanam dengan metode ini pun tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal, bahkan kamu bisa menggunakan bahan-bahan bekas seperti pipa paralon yang sudah tidak terpakai.

  1. Mengembangkan tanaman dengan metode Aeroponik

Aeroponik berasal dari kata aero yang berarti udara dan ponus yang berarti daya. Jadi aeroponik merupakan cara bercocok tanam yang memanfaatkan udara sebagai media tanam utama.

Metode ini membiarkan akar yang hanya menggantung di udara, tanpa menggunakan tanah seperti kebanyakan teknik lainnya. Nutrisi berupa air yang berisi larutan hara untuk perkembangan tanaman disemprotkan langsung pada akar tanaman.

Akar tanaman yang dikembangan dengan metode ini akan menyerap nutrisi dari larutan hara dan mengalirkannya ke bagian tanaman lainnya seperti batang dan daun.

Pada dasarnya metode ini merupakan salah satu tipe dari metode hidroponik karena juga memanfaatkan air, tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Teknik ini menghasilkan tanam yang tumbuh lebih cepat dah produksi yang tinggi.

Sayuran yang dibudidayakan dengan metode aeroponik terbukti memiliki kualitas yang baik, segar, memiliki aroma dan cita rasa yang tinggi. Biasanya sayuran yang dikembangkan menggunakan metode ini merupakan jenis sayuran yang berumur pendek seperti caisim, pakcoy, selada, kailan, kangkung dan sebagainya.

Nah bagaimana greeners, ternyata bercocok tanam di lahan sempit untuk tidak sulit bukan? Jangan biarkan keterbatasan lahan membuat kamu tidak bisa menghijaukan rumah kamu yah. Tetapi ada baiknya, jika masih memiliki lahan yang cukup, gunakan untuk menanam ataupun berkebun.

Tak semua lahan harus dijadikan bangunan, jika bangunan sudah cukup untuk dihuni, sekarang saatnya menginvestasikan diri untuk berkebun karena beberapa tahun mendatang kita akan kesulitan mencari lahan kosong untuk berkebun dikarenakan aktivitas pembangunan beton yang semakin meningkat.