UBAH SAMPAH PLASTIK MENJADI BARANG MEWAH

226
theguardian.com

Hijaudaun.net – Persoalan sampah tak hanya ada di daratan. Sampah laut juga membutuhkan perhatian khusus. Data global pada 2014 lalu menyebut sampah di laut seluruh dunia mencapai sekitar 269 ribu ton. Indonesia termasuk salah satu negara yang menyumbang sampah lautan cukup besar. Mengingat sebagian besar wilayah Indonesia adalah perairan.

Inovasi pengelolaan sampah laut belum terlalu banyak seperti sampah di daratan. Saat di darat, kita bisa memisahkan antara sampah organik dan non-organik. Sementara, di lautan semua sampah bercampur menjadi satu. Mulai dari sampah medis, sampah organik, non-organik, domestik, sampai sampah bekas dari tenggelamnya kapal.

Beberapa orang di belahan dunia, berbondong-bondong menciptakan inovasi baru untuk mengelolah sampah menjadi barang ekonomi yang bernilai tinggi. Berikut contoh barang kebutuhan sehari-hari berbahan sampah laut yang memiliki nilai jual tinggi.

wnwn.org.uk

Sepatu Lari

Sampah plastik yang mencemari lautan dapat berubah menjadi sebuah sepatu lari yang trendi. Adidas mewujudkannya dengan meluncurkan Adidas Boost Uncaged x Parley.

Baru-baru ini, raksasa produk olahraga asal Jerman tersebut memperkenalkan Adidas Boost Uncaged x Parley yang diklaim sebagai sepatu lari berbahan ramah lingkungan. Sepatu lari ini dipasarkan seharga US$ 220 atau sekitar Rp 2,8 juta.

Dalam keterangannya, seperti dikutip Pop Sugar, sepatu ini hadir dengan ‘rajutan bagian yang atas terbuat dari 95 persen sampah plastik lautan dan 5 persen polyester daur ulang’. Sementara tali, heel cap base, heel webbing, heel lining, dan sock-liner, juga dilapisi material daur ulang.

actree.org

Botol Plastik Serbaguna

Ecover, adalah nama perusahaan berbasis lingkungan menciptakan botol serbaguna yang 50 persen bahan pembuatannya berasal dari sampah plastik di pantai Rio de Janeiro, Brasil. Adapun setengahnya menggunakan bahan-bahan daur ulang.

Ecover mengumumkan, botol yang diklaim pertama menggunakan plastik limbah laut itu dijual seharga 2 poundsterling Inggris (Rp 35.000) di gerai toko Tesco. Melalui pembuatan botol tersebut, Ecover berharap bisa membantu kampanye pembatasan sampah plastik yang menggenangi lautan. Botol yang dijual beragam bentuk dan ukuran. Konsumen bisa membeli botol kosong ini sesuai kebutuhannya. 

dailytelegraph.com.au

Pakaian

Relawan lingkungan asal Sydney, Australia bernama Marina DeBris merancang busana dari sampah di lautan. Beberapa sampah diantaranya, tempat makan styrofoam, jala ikan, kantong kemasan camilan. Ia mengaku memang sengaja memungut sampah yang ia temukan di laut kemudian merangkainya menjadi busana wanita, juga pria. Dalam Festival of the Winds beberapa model memamerkan hasil desain Marina.

Marina melakukan ‘keisengan’ kal ini bukannya tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk kampanye mengenai pencemaran laut. Marina berharap, melalui karyanya tersebut, ia bisa menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa, “Limbah yang kita buang akan terus datang kembali untuk menghantui kita,” ujarnya.

Sebelumnya, aktris Emma Watson mengenakan busana hasil daur ulang limbah botol plastik saat menghadiri Met Gala, beberapa waktu lalu. Busana hitam putih nan anggun itu kreasi Calvin Klein dan Eco Age.