MENGOLAH FESES MENJADI PUPUK

213

Hijaudaun.net – Pengunaan feses manusia sebagai kompos mulai diterapkan sejak tahun 1908 di Tiongkok. Pemanfaatan feses sebagai bahan penyubur tanah adalah solusi efektif bagi daerah bersumber daya terbatas dan sulit memperoleh input pertanian. Feses yang sudah menjadi kompos  memberikan efek positif ketika diaplikasikan ke tanah.

Pupuk ini mampu meningkatkan kemampuan tanah dalam mengikat air dan meningkatkan kesehatan tanaman lewat kandungan unsur hara yang dimilikinya. Kompos  feses yang sudah jadi tidak akan menarik datangnya lalat dan menyebabkan polusi karena tidak berbau.

Feses yang sudah diproses menjadi kompos pada suhu ruang,  tidak berbau dan baik dipakai sebagai bahan penyubur tanah. Untuk meminimalkan risiko kesehatan dapat melakukan pelindung pribadi seperti sepatu bot, sarung tangan, masker, dan tidak menggunakan peralatan pengolahan pupuk feses untuk kegiatan lain.

Pupuk feses sebaiknya diberikan dengan cara pupuk dimasukkan ke dalam tanah dan ditimbuni tanah sampai tertutup rapat. Berikut ini teknik pengolahan feses menjadi pupuk:

1. Pengeringan

Feses dipisahkan dari urine dan disimpan dalam penampungan sampai mengering. Urine juga bisa dipakai sebagai pupuk cair. Namun sebelum dipakai, urine harus disimpan dalam wadah tertutup selama kurang lebih enam bulan untuk mematikan bakteri patogen yang dikandungnya.

2. Pengomposan

Feses disimpan dalam penampungan dan dicampur dengan sampah rumah tangga, sampah kebun, atau bahan organik lain. Campuran ini akan mengalami pembusukan dan terurai. Setelah 6—8 bulan biasanya sudah bisa dipanen sebagai kompos.

3. Pengomposan dengan tanah

Feses disimpan dalam penampungan yang sudah diisi tanah terlebih dulu. Setiap ada tambahan feses segar, tumpukan baru ini ditimbun dengan tanah biasanya juga ditambahkan abu dapur. Setelah 3—4 bulan biasanya seluruh patogen pada feses sudah mati dan feses siap dipakai sebagai pupuk.

Sumber : http://tanonmandiritaniorganik.co.id